Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » cemilan lawas » Lemang dan Tape

Lemang dan Tape

(126 Views) November 6, 2018 10:30 am | Published by | No comment



Lemang tape atau orang Minang menyebut dengan lamang tapai terdiri dari dua jenis makanan yaitu : lemang dan tape. Lemang terbuat dari beras ketan berwarna putih yang telah diberi santan dan dimasak di dalam bambu. Sebelum dimasukkan ke dalam bambu, bambu dilapisi dengan daun pisang yang sudah disangrai. Sedangkan tape, terbuat dari ketan hitam yang difermentasi, sehingga rasanya manis.

Di Bukittinggi, pada hari biasa lemang tape dapat ditemukan di lapau Picai Sikai, di Panorama. Selain menjual pecel, lapau ini juga menjual lemang tape. Satu porsi lemang tape, berisi dua iris lemang yang berukuran 1.5 cm dan diameter 6 cm, kemudian disiram dengan tape.

Lemang tape, bukan jajanan yang mudah ditemukan pada hari biasa di Bukittinggi. Pada hari Rabu dan Sabtu, lemang tape dapat dibeli di pasar bawah. Penjual lemang tape duduk di sudut toko. Pembeli dapat membeli lemang saja atau, lemang dan tape. Lemang dijual dalam ukuran tertentu sesuai keinginan pembeli, misal ukuran panjang 6 cm, berharga Rp. 5.000.



lemang tape.cemilan minang.

Lemang lebih tahan lama dibanding tape, sehingga sebagian penjual hanya menjual lemang saja, terutama pada bulan puasa. Jika lamang menjadi keras dapat dikukus kembali, agar jadi lunak.Lemang dapat dimakan dengan durian dan kolak pisang. Sedangkan tape semakin lama, kandungan alkohol di dalamnya semakin tinggi, sehingga jenis makanan ini jarang dijual pada hari biasa, karena harus segera habis.

Lemang dimasak dengan menggunakan api kecil (api dari kayu). Bambu-bambu dengan ukuran 6-8 cm yang telah berisi beras ketan dan santan dimasak secara hati-hati, dan secara teratur diputar-putar, agar beras ketan di dalam bambu masak merata.

Saudara saya pernah bercerita, di Nagari Gaduik, tiga hari sebelum lebaran, beberapa orang warga membuat lemang. Mereka berkumpul di salah satu kebun, membuat tungku kecil untuk memasak lemang. Setiap orang mempunyai beberapa batang bambu yang berisi ketan. Setiap orang mempunyai tugas dan jadual masing-masing untuk menjaga dan memutar lemang secara hati-hati, serta menjaga api agar tetap menyala dan stabil (tidak terlalu besar/kecil), karena waktu memasak lemang bisa menghabiskan waktu dari pagi sampai sore.

Walau sudah menghabiskan waktu memasak yang lama, terkadang hasil lemang tidak sesuai yang diharapkan, misal sebagian lemang tidak matang atau keras. Lemang yang keras berarti terlalu sering mendapatkan panas api, sehingga ketan yang ada di dalam bambu menjadi cepat kering, sedangkan lemang yang tidak matang terletak di bagian atas, yang jauh dari api. Lemang yang baik, jika dalam satu bambu masak merata dan jika ditekan terasa lunak.



No comment for Lemang dan Tape

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *