Menu Click to open Menus
Home » Cemilan Basah » Rujak Mak San di Panorama Dan Keluarganya

Rujak Mak San di Panorama Dan Keluarganya

(93 Views) November 10, 2018 1:35 am | Published by | No comment



Bisnis kuliner di Bukittinggi ada yang dilanjutkan oleh anak, keponakan, atau keluarganya, tapi ada yang tutup karena tidak ada yang meneruskannya. Kuliner yang terus berlanjut antara lain Pical Sikai dan Rujak Mak San, keduanya terletak di Panorama.

Di Panorama, nama penjual rujak dikenal dengan “Mak San”. Saya tahu nama itu dari kakak, karena kakak sering membeli rujak di sana. Dulu Mak San berjualan di taman panorama. Pada saat itu (tahun 80-an) melihat Ngarai Sianok dari taman panorama tidak membayar. Pemerintah kota belum menerapkan retribusi untuk masuk dan melihat Ngarai Sianok.

Mak San berjualan rujak dari siang sampai sore hari, berdekatan dengan penjual bakso, dan makanan ringan lainnya. Tidak ada penjual rujak lain di panorama, hanya Mak San saja.

Setiap ada pembeli, Mak San akan segera meracik bumbu ; pisang muda, garam, kacang yang telah digoreng tanpa minyak, sehingga wangi, dan cabe rawit. Biasa, pembeli akan ditanya ; pedas, sedang, atau tidak pedas. Kalau tidak pedas, cabe rawit hanya diberi satu. Jika pedas, cabe rawit bisa mencapai 3-5 buah.



rujak-mak-san-panorama.cemilan minang.

Buah rujak yang digunakan, merupakan buah lokal yang mudah ditemukan di pasar ; mentimun, ubi jalar merah, nanas, jambu air, dan kedondong. Potongan buah yang dipotong-potong segera dilumurkan dengan bumbu yang sudah diracik di atas batu lado.

Tahun 90-an pemerintah Bukittinggi menerapkan retribusi bagi pengunjung yang akan ke taman panorama. Mak San memutuskan berdagang di luar pagar (di pinggir jalan). Ketika saya tanya (tahun 90-an), “Kenapa memutuskan berjualan di luar, kenapa tidak tetap berjualan di dalam (di taman panorama) saja. Kata Mak San, agar pembeli tidak perlu membayar karcis masuk taman panorama, hanya untuk membeli rujak.

Beberapa kali saya melihat Mak San berpindah-pindah lokasi berjualan, walau masih tetap di lingkungan panorama. Pertama di depan pintu masuk, setelah itu di seberangnya. Kemudian kakak mengatakan bahwa Mak San sudah tidak berjualan lagi, digantikan oleh keponakannya. Ia berjualan di halaman museum Tridaya Eka Dharma. Walau, nama rujak tidak Mak San, tapi dinamakan dengan nama keponakannya, tapi yang ada di memori, tetap rujak Mak San. Rasa rujaknya enak, dan ada inovasi baru, dengan menyediakan bumbu rujak dalam mangkok kecil yang dapat dibeli dan dibawa pulang. Bumbu rujak ini bisa tahan selama 1 bulan di dalam kulkas.



No comment for Rujak Mak San di Panorama Dan Keluarganya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *