Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Cemilan Basah » Kue Ruwok (Puding Khas Minang) » Kue Ruwok (Puding Khas Minang)

Kue Ruwok (Puding Khas Minang)

(110 Views) Maret 21, 2019 6:47 am | Published by | No comment

Mama suka sekali membuat kue, salah satunya kue ruwok (atau Ruok). Nama kue ruwok berasal dari lapisan atas kue yang seperti busa, yang terbuat dari telur putih yang dikocok sampai mengembang. Busa dalam bahasa Minang disebut ruwok. Putih telur ditambah sedikit gula dikocok sampai mengembang, berbuih dan kental. Saya sering mendapat tugas mengocok putih telur itu, dan mama selalu memastikan apakah putih telur sudah dikocok rata mengembang, dengan cara membalikkan ruwok putih telur itu. Jika sudah tidak jatuh atau tidak ada lagi cairan, berarti sudah mengembang secara merata.



Sedangkan lapisan bawah terdiri dari kuning telur dan sedikit tepung maizena, semakin sedikit tepung semakin lembut tekstur kue, semakin banyak tepung, tekstur kue semakin padat. Lapisan ini mirip klapetar, tapi tidak menggunakan kelapa muda.

Kue dimasak dengan cara dibakar. Pertama kali dibakar lapisan bawah, setelah itu lapisan ruwok (busa) dituangkan di atas lapisan kue setelah kue matang. Ratakan lapisan ruwok sampai rata di atas kue, taburi dengan gula pasir dan kismis agar tampilannya menjadi cantik. Setelah itu bakar kue sebentar, sampai bagian atas kue (bagian ruwok) sedikit kecoklatan.

Kue ini bukan kue adat, hanya kue rumah biasa. Kadang-kadang kue ini dapat ditemukan di acara keluarga. Kue dibuat dalam wadah pirex (tahan panas), lalu dipotong mengunakan sedok. Dulu tiap lebaran, tante saya sering membuat kue ini, dan semua anggota keluarga pasti suka.

Saya pernah menemukan kue ruwok dijual dalam bentuk potongan di supermarket Niagara, Bukittinggi. Salah seorang saudara sering membeli kue ruwok di sana. Tapi, di toko oleh-oleh atau toko makanan lain di Bukittinggi, saya tidak pernah menemukannya. Kue ini tidak dapat bertahan lama, dimakan dalam temperature ruang atau dingin.



No comment for Kue Ruwok (Puding Khas Minang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *